SensasiSensasi

  Ketika kehidupan mulai diselingi percikan-percikan sensasi yang nyalanya seperti bara api, saat itulah kita harus memutuskan apakah ini saat yang tepat untuk menyalakan bara api tersebut atau menyiramnya dengan segalon air agar padam nyalanya.

Ataukah ketika kita tengah berjalan, lalu kita melihat sebuah rumah yang penghuninya memanggil-manggil kita, saat itulah kita akan memutuskan untuk tinggal di sana sementara, tidak peduli sama sekali atau akan tinggal di sana selamanya.

Saat yang tepat. Mungkin kita tidak akan benar-benar tahu kapan yang saat tepat tersebut. Tapi kita akan semakin tidak tahu apa-apa jika kita tidak pernah mencoba untuk tahu.

Kita akan hidupkan sensasi-sensasi tersebut pada saat yang tepat. Saat yang kita anggap tepat, lalu Allah akan memberitahu kepada kita bagaimana rasanya.
Insya Allah.

/dua jam menahan ketawa di dalam bis Jogja-Solo/


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer