Namanya Arief :-)


Inilah Bontang.
Setelah haru biru melihat lautan yang terhampar luas, menyaksikan putihnya awan dan titik-titik kecil kapal serta hijaunya pegunungan, setengah hari lebih melintasi perjalanan darat dari balikpapan menuju ke bontang, melewati perbukitan, jalan berkelok-kelok yang dipenuhi hutan hijau, rumah-rumah papan yang berderet di sepanjang jalan. Ah, bumi borneo ternyata tidak berbeda jauh dari bayangan saya dan sewaktu saya kecil, saya tidak pernah bermimpi akan menginjakkan kaki di tanah ini, ratusan kilometer jauhnya dari tanah kelahiran dan keluarga.

Tetapi, hasrat untuk melihat tempat baru, mencoba menghirup udara baru, merasakan aroma suasana yang berbeda, membuat perjalanan ini terasa menyenangkan meskipun harus ditempuh dalam waktu yang lama. Tidak ada obat antimabuk, tidak ada makanan teman perjalanan, yang ada hanyalah teman perjalanan yang menyenangkan, sebotol air, pemandangan hutan, rumah papan, pantai, sungai Mahakam, sopir travel asal Solo yang mau berhenti untuk sholat dzuhur dan asar, serta pertanyaan yang tidak bosan-bosannya saya lontarkan, "masih lamakah bang?"

Dan jawaban yang bervariasi. "Masih. Satu setengah jam lagi. Setengah jam lagi. Lima belas menit lagi.Sebentar lagi."

Ya, karena saya tidak selalu betah duduk diam di dalam mobil selama lebih dari lima jam. Ngulet sana ngulet sini. Nguik sana nguik sini. Capekkah? Tidak. Sakitkah? Alhamdulillah tidak. Alhamdulillah, setengah jam setelah tiba di Bontang, kami masih segar bugar untuk jalan-jalan menyusuri suasana malam di kota Bontang. Makan di Pujasera, belanja sabun, dan silaturahim ke tempat saudari. Hari berikutnya pun dilanjut dengan silaturahim ke tempat ustad, ke tetua, bahkan sudah sempat ikut halal bihalal ibu-ibu kompleks. Menyaksikan beragam etnis yang ada di sini, dengan bahasa dan dialek masing-masing.

Dan saya tetap saja bingung arah di sini. Mana barat mana timur mana utara mana selatan.

Tetapi, di balik semua itu, entah kenapa, saya merasa klik dengan tempat ini. Dengan kota ini. Dengan lingkungan ini. Semoga ini adalah bagian dari berkah pernikahan beberapa hari yang lalu.

Oh ya, saya sudah menikah. Suami saya namanya Arief.  Saya memanggilnya Abang 

Bontang, 22 September 2011

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer